Untuk memastikan system mutu kerja sesuai standar yang ditetapkan, PT. Jessindotama Lintas Bahari telah memiliki sumber daya manusia yang cukup handal, peralatan teknis yang lengkap, sarana komunikasi, dan berbagai sarana lain penunjang kegiatan.

INFORMASI :
1. Ketentuan yang mengatur kegiatan fumigasi :
 • Undang-Undang No.16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
 • Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan
 • Peraturan Menteri Pertanian No. 271 / Kpts / HK.310 / 4 / 2006 tentang Persyaratan dan Tatacara Pelaksanaan Tindakan Karantina Tumbuhan Tertentu oleh Pihak Ketiga.
 • Peraturan serta Ketentuan lainnya yang mengatur kegiatan fumigasi dan pest control.
2. Beberapa syarat penting yang wajib diketahui setiap eksportir setiap rencana ekspor komoditi (khususnya produk-produk yang berasal dari produk pertanian) ke Negara lain :
 • Import Permit dari Negara tujuan (untuk produk pertanian tertentu).
 • Phytosanitary Certificate yang diterbitkan Badan Karantina Pertanian.
 • Surat Kesehatan dari Karatina Kesehatan Pelabuhan untuk produk tertentu.
 • Certificate of Origin untuk produk tertentu.
3. Penting diketahui untuk setiap penggunaan kemasan kayu (palet, box, crates, dll) yang akan digunakan sebagai sarana packing komoditi yang akan diekspor :
 • Wajib memenuhi syarat ISPM#15 (International Standar for Phytosanitary  Measures)
 • Dilakukan treatment dengan cara fumigasi CH3Br atau dengan cara pemanasan (oven).
 • Dalam kondisi halus diserut dan tidak terdapat kulit kayu.
 • Tidak terdapat lobang hama / rayap, tidak berjamur, dan tidak keropos.
 • Apabila syarat-syarat di atas terpenuhi, akan dilakukan marking / labelling ISPM

 

Bidang Fumigasi

INTERNATIONAL FUMIGATION

AFASID – ID 0088 MB untuk fumigasi Methyl Bromide ( CH3Br )
BARANTAN ID 0033 PH3 untuk fumigasi Phospin ( PH3 )

Salah satu jasa pelayanan diatas khususnya dibidang jasa FUMIGASI, telah memperoleh registrasi resmi pemerintah yakni dari Badan Karantina Pertanian – Kementerian Pertanian dengan nomor AFASID ID0088MB untuk fumigasi Methyl Bromida dan ID-0033-PH3 untuk fumigasi Phospin.

PENGERTIAN :

FUMIGASI : Adalah tindakan perlakuan atau pengobatan terhadap suatu produk dengan menggunakan fumigan didalam ruang yang kedap udara, dan pada suhu serta tekanan tertentu.
FUMIGAN : Adalah jenis pestisida yang dalam suhu dan tekanan tertentu berbentuk gas, dan dalam konsentrasi serta waktu tertentu dapat membunuh organisme pengganggu / hama.
Ada beberapa jenis fumigan yang dapat digunakan dan telah memperoleh rekomendasi resmi pemerintah yakni Methyl Bromide ( CH3Br ) dan Phospin ( PH3 ).

PROSEDUR KERJA :

1. Fumigasi luar container : yakni satu cara fumigasi yang dilakukan terhadap setiap komoditi yang telah siap untuk di ekspor, namun masih belum loading / stuffing dalam container. Untuk jenis kegiatan ini petugas fumigasi akan menutup semua produk yang akan difumigasi dengan cover sheet ( terpal plastic ), selanjutnya dilakukan gas-in (pelepasan gas) dan berakhir dengan gas-out (menetralisir kembali ). KomoditI LCL serta komoditi stok dalam Gudang termasuk dalam jenis kegiatan ini.
2. Fumigasi dalam container : yakni satu cara fumigasi yang dilakukan terhadap komoditi atau produk ekspor setelah selesai loading/stuffing dalam container. Untuk jenis kegiatan ini, maka container wajib dilanding / diturunkan dari alat angkut, pintu dibuka, dipasang sarana fumigasi spt. slang distribusi gas, kipas angin untuk pemerataan gas yang dilepas, slang monitoring gas, dsb.

BEBERAPA JENIS KEGIATAN FUMIGASI YANG DAPAT KAMI LAKSANAKAN :

1. Fumigasi komoditi ekspor maupun impor.
2. Fumigasi komoditi stok dalam gudang.
3. Fumigasi gedung atau ruangan.
4. Fumigasi arsip, barang-barang berharga lainya.
5. Fumigasi kapal, pesawat terbang, serta alat transportasi lainya.
6. Fumigasi lainya yang diperlukan.

TATA CARA PELAKSANAAN FUMIGASI STANDAR PEMERINTAH (BARANTAN)

1. Bahwa pelaksanaan fumigasi jenis obat Methyl Bromide (CH3Br) wajib dilakukan dengan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (BARANTAN).

2. Beberapa syarat standar yang ditetapkan tersebut adalah :

  • Wajib dilakukan dalam ruang yang kedap udara. Hal ini dikarenakan jenis CH3Br adalah pestisida berbentuk gas (uap), sehingga komoditas yang difumigasi harus ditutup dengan cover sheet,dilakukan didalam gudang sebelum stuffing maupun setelah stuffing dalam container.
  • Durasi waktu (lamanya waktu) pelaksanaan fumigasi dilakukandari mulai Gas In (melepas obat) s/d Gas Out (menetralisir kembali) secara umum selama 24 jam dengan dosis 48 gram/m3. Durasi pelaksanaan serta dosis dapat juga berbeda tergantung jenis komoditas yang difumigasi.
  • Terkait butir diatas, maka petugas fumigasi akan datang pada saat Gas In, dan balik datang kembali pada saat Gas Out.

3. Atas hal yang disampaikan diatas, berikut kami menetapkan beberapa cara pelaksanaan fumigasi sesuai standar yang berlaku tersebut :

   Fumigasi dilakukan setelah stuffing dalam container

  • Container jangan disegel dulu, dipasang alat dan sarana fumigasi oleh petugas fumigasi.
  • Durasi 24 jam dalam arti container terpaksa menginap, menunggu petugas fumigasi datang kembali esok hari untuk membuka dan menetralisir kembali.
  • Selesei Gas Out bisa langsung berangkat ke Pelabuhan.
  • Namun demikian, kelemahan tatacara seperti ini dapat berakibat penambahan biaya storage container menginap.

  Fumigasi sebelum stuffing dalam container

  • Dilakukan digudang, komoditi ditumpuk dalam satu tempat untuk ditutup oleh petugas fumigasi dengan cover sheet.
  • Durasi 24 jam, menunggu petugas fumigasi datang kembali esok hari untuk menetralisisr (Gas Out)
  • Selesei Gas Out bisa langsung stuffing dalam container (Tatacara ini dapat menghindari biaya storage sewa container)